IKLAN

Selasa, 27 Ogos 2013

Gemar Bersedekah dan Membaca Al-Quran, 19 Tahun Dikubur Jenazah Siti Masrinah Masih Utuh


TUBAN,Indonesia - Penggalian makam untuk perluasan masjid yang berada di kawasan makan Syekh Asy'ari, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten, Tuban mengegerkan warganya. Kerana, dalam pengalian kawasan pemakanan itu ditemui adanya satu jenazah yang digali masih dalam keadaan baik @ utuh, Sabtu (17/08/2013).

Jenazah itu masih dalam berkeadaan baik walaupun telah dikebumikan selama 19 tahun itu adalah almarhumah Siti Masrinah, yang meninggal pada tahun 1994, dengan usianya ketika itu 84 tahun. Almarhuman Masrinah merupakan warga Desa Penambangan, Kecamatan Semanding, yang dikuburkan di kawasan makam Syekh Asy'ari atau yang dikenal dengan Sunan Bejagung.
 
 
Pada saat menggali makam Siti Masrimah itu, Munasir, penggali makam merasa terkejut kerana papan penutup jenazah masih keadaan utuh.
Meskipun mengetahui papan penutup jenazah masih utuh, Munasir bersama dengan tiga orang lagi penggali kubur di tempat tersebut tetap meneruskan pengaliannya. Sehingga mengetahui bahawa keadaan kain kafan jenazan Siti Masrimah tidak mengalami kerosakan sama sekali.
 
"Tidak seperti jenazah yang lain, saat digali papannya masih utuh. Setelah saya lihat ternyata jenazahnya juga masih utuh bersama dengan kain kafannya," ujar Munasir (50), ketua penggali kubur di makam Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Tuban.
 
 
Keluarga almarhumah Hajah Siti Masrinah, pun mula bercerita. Mereka menyatakan kebiasaan almarhumah semasa hidupnya. Salah satunya adalah almarhum gemar membaca Al-quran dan berzikir kepada Allah.
 
"Waktu itu cahaya lampu tidak seperti sekarang, Ibu malam-malam suka baca Al- quran menggunakan lampu suluh," kata Kusnan Hariyadi (61), menantu almarhumah.
 
Kusnan, yang merupakan suami dari anak ke 5 almarhumah, iaitu Siti Sumini, menambah, selain gemar membaca Al-Quran, almarhum juga gemar berzikir dan membaca selawat keatas Nabi s.a.w. Disamping tidak pernah tidak hadir untuk melakukan solat malam.
 
"Suka solat malam juga," katanya, menerangkan.
 
Siti Sumini sendiri mengatakan, ibunya waktu hidup gemar sekali melakukan infaq mahupun sedekah. Bahkan beberapa kali ibunya ditipu oleh orang yang  bekerja di atas tanah miliknya... , tapi ia sentiasa mengikhlaskannya.
 
"Ibu suka bersedekah masa hidupnya," kata Siti Sumini, saat berada di kompleks Makam Sunan Bejagung Lor, Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban.
 
 
Cerita lain, semasa hidup almarhumah terkenal sebagai orang yang pandai bergaul. Bahkan beberapa orang pada masa itu dianggap sebagai sampah masyarakat pun menghormati beliau. Bahkan selalu menurut apabila di nasihati oleh almarhumah .
 
"Orang yang katanya tidak benar sama ibu dulu juga taat," tambahnya.
Ketua Takmir Masjid, Ahmad Sholikin, juga mengatakan hal yang sama. 

Masa itu ada 17 makam terpaksa dipindahkan dalam rangka perluasan Masjid Bejagung Lor. Pembongkaran dibagikan dalam dua tahap, pada Ahad lalu, pihaknya membongkar sembilan makam, dan selebihnya akan berlangsung hari ini.
 
"Di hari pertama itulah, ada satu jasad wanita yang sudah meninggal 19 tahun tapi masih utuh dan mengeluarkan bau yang harum," ujar Ahmad.

Disunting dari: voa-islam.com

 

Tiada ulasan:

Catat Ulasan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jom Daftar Tambah Visitors

Free advertising

Entri Mereka Juga Menarik

Geng Baik