IKLAN

Memaparkan catatan dengan label Kenali Nabi. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Kenali Nabi. Papar semua catatan

Isnin, 24 Disember 2012

Johan Huibers Bina Replika Bahtera Nabi Nuh Risau Dunia Tenggelam

As-salam...

Johan Huibers membina replika Nabi Nuh dan telah menghabiskan sekitar $1.2 juta. Dia membina kapal tersebut adalah kerana dia takut kesan pemanasan global suatu hari nanti akan menyebabkan banjir besar di seluruh dunia dan menenggelamkan negara kelahirannya.

Idea itu datang kepadanya pada tahun 1992 apabila dia membayangkan tanah kelahirannya tenggelam dalam banjir yang serupa dengan peristiwa Nabi Nuh. Hasilnya adalah bahtera 130m panjang, 29m lebar,  23m tinggi yang disiapkan pada tahun 2005.

Seberat hampir 3000 tan dan dibina dari pokok Pine Sweden diperkukuhkan dengan keluli dapat terapung dengan sempurna. Dia membuka bahtera skala penuhnya kepada orang ramai dan menarik beribu-ribu pelancong dari seluruh dunia. Terletak di Dordrecht, Belanda, bahtera itu mempunyai restoran dan dua pawagam.

P/s: Sebenarnya orang putih pun percaya kepada Nabi2 ni, cuma diorang tak nak beriman dengan Nabi Muhammad saw ja...








Sumber:budakbotak

Ahad, 26 Ogos 2012

INI KISAH BENAR, BENCI YANG TERAMAT SANGAT BERTUKAR KEPADA CINTA SELEPAS MENDENGAR "SAYA MUHAMMAD"



Seorang wanita tua yang sedang melintasi gurun pasir dengan membawa beban yang berat. Walaupun nampak dalam kesusahan, namun dia tetap berusaha membawa barang bawaannya dengan sekuat tenaga. Tak lama kemudian, seorang lelaki muda datang dan menawarkan diri untuk mengangkat bawaannya. Wanitu malang itu menerima tawaran tersebut dengan senang hati. Lelaki itu pun mengangkat bawaannya kemudian mereka berjalan beriringan.

“Mudahnya kamu nak membantu dan menemani, saya sangat menghargainya”, kata wanita itu. Ternyata ia adalah seorang wanita yang mudah mesra. Lelaki itu pun dengan sabar mendengarkan sambil tersenyum. Tiba2 Wanita tua itu bertanya pada Lelaki tersebut, “Anak muda, selama kita berjalan bersama, saya mahu buat satu permintaan. Jangan bercakap apapun tentang Muhammad! Sebab dia, tidak ada lagi rasa damai dan saya sangat terganggu jika menyebut namanya. Jadi sekali lagi, jangan bercakap apapun tentang Muhammad!”.

Dia sambung bercakap lagi, “Orang itu benar-benar membuat saya kesal. Saya selalu mendengar nama dan reputasinya kemanapun saya pergi. Dia dikenal berasal dari keluarga dan suku yang tersohor, tapi tiba-tiba dia memecah belah orang dengan mengatakan bahawa tuhan itu satu.”

“Dia memperdayakan orang yang lemah, orang miskin, dan budak-budak. Orang-orang itu berpikir mereka akan dapat menemukan kekayaan dan kebebasan dengan mengikuti jalanNya,” wanita itu bercerita dengan kesal. “Dia merosakkan anak-anak muda dengan memutarbelitkan kebenaran. Dia meyakinkan mereka bahawa mereka kuat dan bahawa ada suatu tujuan yang boleh dicapai. Jadi anak muda, jangan sekali-kali kamu bercakap tentang Muhammad!”

Tak lama kemudian, mereka sampai ke tempat tujuan. Lelaki itu menurunkan barang bawaannya. Wanita tua itu menatapnya sambil tersenyum penuh terima kasih. “Terima kasih banyak, anak muda. Kamu sangat baik. Kemurahan hati dan senyuman kamu itu sangat jarang saya temukan. Biarkan saya memberi kamu satu nasihat. Jauhi Muhammad! Jangan pernah memikirkan kata-katanya atau mengikuti jalannya. Kalau kamu lakukan itu, kamu tidak akan pernah mendapatkan ketenangan. "Yang ada hanya masalah.”

Pada saat lelaki itu melangkah pergi menjauh, wanita itu memanggil & menghentikannya, 

“Maaf, sebelum kita berpisah, boleh saya tahu namamu, anak muda?” 
Lalu lelaki itu memberitahukannya dan wanita itu terkejut setengah mati.

“Maaf, apa yang kamu cakap tadi? Kata-katamu tidak terdengar jelas. Telinga saya semakin tua, terkadang saya tidak dapat mendengar dengan baik. Saya fikir tadi saya mendengar kamu mengucapkan Muhammad.”

“Saya Muhammad,” lelaki itu mengulang kata-katanya lagi pada wanita tua itu.

Wanita itu terpaku memandang Rasulullah SAW. Tak berapa lama meluncur kata-kata dari mulutnya,

 “Aku bersaksi tiada tuhan selain Allah, dan Muhammad adalah utusan-Nya.“

Demikianlah Rasulullah SAW. Hanya dengan dua kata dari mulutnya yang mulia, serta dibekali dengan kerendahan hati, kesabaran, dan kewibawaan yang luar biasa, beliau sanggup mengubah hati seorang wanita tua yang sebelumnya sangat membencinya menjadi mencintainya hanya dalam waktu singkat.

Betapa agungnya peribadi BAGINDA./NN


SUMBER

Kisah Empat Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini


1. Kisah Nabi Isa Alaihissalam
Al-Qur’an menerangkan dalam surat AnNisaa’:157 bahwa Nabi Isa AS tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah SWT seperti Nabi Isa AS (sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Yudas Iskariot) dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh AlMasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’ : 157)

Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah SWT dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. AlQur’an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini. ”Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa’ :158) (Khotib)


2. Kisah Nabi Khidir Alaihissalam
Pada saat Raja Iskandar Dzul Qarnain pada tahun 322 S. M. berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi, Allah SWT mewakilkan seorang malaikat yang bernama Rofa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang, Raja Iskandar Dzul Qarnain berkata kepada malaikat Rofa’il: “Wahai malaikat Rofa’il ceritakan kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit ”,
malaikat Rofa’il berkata, “Ibadah para mailaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya ”.
Kemudian raja berkata, “Alangkah senangnya seandainya aku hidup bertahun-tahun dalam beribadah kepada Allah ”. Lalu malaikat Rofa’il berkata, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air bumi, namanya ‘Ainul Hayat’ yang berarti, sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia mohon kepada Allah agar supaya dimatikan ”.
Kemudianya raja bertanya kepada malaikat Rofa’il, “Apakah kau tahu tempat “Ainun Hayat itu?”.
mailaikat Rofa’il menjawab, “Bahwa sesungguhnya Ainun Hayat itu berada di bumi yang gelap ”.

Setelah raja mendengar keterangan dari malaikat Rofa’il tentang Ainul hayat, maka raja segera mengumpulkan ‘Alim Ulama’ pada zaman itu, dan raja bertanya kepada mereka tentang Ainul Hayat itu, tetapi mereka menjawab, “Kita tidak tahu khabarnya, namun seoarng yang alim di antara mereka menjawab, “ Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat di bumi yang gelap ”. “Di manakah tempat bumi gelap itu?” tanya raja. Seorang yang alim menjawab, “Di tempat keluarnya matahari”.

Kemudian raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu raja bertanya kepada sahabatnya. “Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap ?”. Para sahabat menjawab, “Kuda betina yang perawan”.
Kemudian raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang perawan-perawan, lalu raja memilih-milih di antara tentaranya, sebanyak 6000 orang dipilih yang cendikiawan dan yang ahli mencambuk.

Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS, bahkan beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Kemudian berjalanlah mereka dan Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya dan mereka jumpai dalam perjalanan, bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat.

Kemudian mereka tidak berhenti-henti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai ditepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu memancar seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam. Kemudian seorang yang sangat cendikiawan mencegah Raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya, berkata ia kepada raja. ”Wahai Raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk tempat yang gelap ini karena tempat yang gelap ini berbahaya. ” Lalu Raja berkata: ” Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak.” Kemudian ketika Raja hendak masuk, maka mereka semua membiarkannya. Kemudian Raja berkata kepada pasukannya: ”Diamlah, tunggulah kalian ditempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang pada kalian dalam masa 12 tahun itu, maka kedatanganku dan menunggu kalian termasuk baik, dan jika aku tidak datang sampai 12 tahun, maka pulanglah kembali ke negeri kalian”. Kemudian raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: ” Apabila kita melewati tempat yang gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ?”. “Tidak bisa kelihatan”,jawab malaikat Rofa’il,” akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara, jika merjan itu ke atas bumi, maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras, dengan demikian maka kawan- kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian.”

Kemudian Raja Iskandar Dzul Qurnain masuk ke tempat yang gelap itu bersama sekelompok pasukannya, mereka berjalan di tempat yang gelap itu selama 18 hari tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam dan siang, tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi oleh Nabi Khidlir AS.

Di saat mereka berjalan, maka Allah SWT memberi wahyu keapda Nabi Khidlir AS, ”Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu ”.
Setelah Nabi Khidlir menerima wahyu tersebut, kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian. ”

Kemudian beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang, maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidlir AS turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “Ainul Hayat” (sumber air kehidupan) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air kehidupan tersebut, maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis daripada madu. Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut, kemudian beliau keluar dari tempat Ainul Hayat itu terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain, sedangkan raja tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nabi Khidlir AS, tentang melihat Ainul Hayat dan mandi.

(Menurut riwayat yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbah), dia berkata, bahwa Nabi Khidlir AS adalah anak dari bibi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Dan raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat, maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdengar oleh raja suara gemercik di bawah kaki kuda, kemudian Raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: “Gemercik ini adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya, niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya, niscaya ia akan menyesal juga. ”

Kemudian di antara pasukan ada yang membawanya namun sedikit, setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu, ternyata bahwa benda tersebut adalah yakut yang berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau, maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, demikianlah pula pasukan yang tidak mengambilnya, bahkan lebih menyesal. Diriwayatkan oleh Ats-tsa’Labi dari: Iman Ali Rodliayllohu ‘ anhu.

3. Kisah Nabi Idris Alaihissalam
Lalu keduanya menerusakan perjalanan sampai empat hari lamanya dan selama itu pula Nabi Idris AS menemukan keanehan yang ada pada Malaikat itu dan Nabi Idris AS bertanya: ”Hai tuan, kamu ini sebenarnya siapa?”, Malaikat itu menjawab: ”Saya adalah malaikat pencabut nyawa”. Nabi Idris AS bertanya:” Apakah kamu akan mencabut nyawa manusia?”, Malaikat menjawab:”Ya”, Nabi Idris AS bertanya: ”Apakah kamu juga mencabut nyawa selama dalam perjalanan bersama saya?”, Malaikat menjawab: ”Ya, saya telah mencabut beberapa nyawa manusia dan sesungguhnya nyawa manusia itu adalah bagaikan hidangan makanan, sebagai mana kamu menghadapi sesuap makanan saja”. Nabi Idris AS berkata: ”Dan apakah kamu datang ini untuk mencabut nyawa saya atau sekedar berkunjung?”, Malaikat menjawab: ”Saya datang hanya untuk berkunjung”, Nabi Idris AS berkata: ”kalau begitu saya punya hajat kepadamu”, Malaikat menjawab: ”Hajat apa, hai Nabi Idris?” Nabi Idris AS berkata: ”Saya ingin agar kamu mencabut nyawa saya, lalu memohonlah kepada Allah untuk menghidupkan saya sehingga saya bisa beribadah kepada Allah sesudah merasakan sakitnya mati”.
Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa mencabut nyawa seseorang tanpa seijin Allah”.
Lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Cabutlah nyawa Idris!”.

Kemudian malaikat itu mencabut nyawa Nabi Idris AS dan matilah Nabi Idris AS lalu Malaikat menangis sambil merendahkan diri untuk memohon kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris AS kembali, kemudian Allah menghidupkan Nabi Idris AS, lalu malaikat bertanya: ”Hai Nabi Idris bagaimana rasanya mati itu?”.
Nabi Idris AS berkata:”Sungguh rasanya mati itu bagaikan binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup, sedang rasa mati itu melebihi 100X lipat rasa sakit binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup”.

Malaikat menjawab:”Hai Nabi Idris, padahal saya mencabut nyawamu itu dengan cara hati-hati dan sangat halus dan ini belum pernah saya lakukan kepada siapapun”. Nabi Idris AS berkata: ”Saya mempunyai hajat yang lain kepadamu, yaitu ingin melihat neraka jahannam, agar saat melihat itu saya lebih banyak beribadah kepada Allah”. Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa masuk neraka jahannam tanpa ada izin dari Allah”, lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Pergilah kamu bersama Nabi Idris ke neraka jahannam”.

Kemudian malaikat bersama Nabi Idris AS pergi ke neraka jahannam, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala yang dipersiapkan untuk menyiksa di neraka jahannam, lalu keduanya kembali dari neraka jahannam. Nabi Idris AS berkata: ”Saya punya hajat lagi kepada kamu, agar kamu mengajakku pergi ke syurga,dan setelah itu saya akan menjadi hamba yang lebih taat dalam beragama”. Malaikat berkata: ”Saya tidak bisa masuk syurga tanpa ada ijin dari Allah”. Lalu Allah AS berfirman: ”Hai Malaikat pergilah kamu bersama Idris ke syurga”.

Dan keduanya pergi ke syurga dan berhanti di depan pintu syurga, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala kenikmatan yang ada dalam syurga, melihat kerajaan yang banyak, melihat anugerah yang banyak dan melihat pepohonan dan buah-buahan yang beraneka macam ragamnya. Nabi Idris berkata: ”Wahai Malaikat, saya telah merasakan mati, telah melihat segala macam siksaan dalam neraka, lalu mohonlah kepada Allah, agar ia memberi izin saya masuk ke syurga, sehingga saya dapat minum air syurga dan sakit saya menjadi hilang serta terhindar dari neraka jahannam”. Lalu Allah Berfirman kepada malaikat: ”Masuklah kamu ke syurga bersama Idris”, kemudian keduanya masuk syurga dan Nabi Idris AS meletakan sandalnya di bawah salah satu pohon di syurga, dan setelah keluar dari syurga.Nabi Idris berkata kepada Malaikat: ”Sungguh sandal saya tertinggal di syurga, maka kembalikan saya ke syurga”, dan setelah Nabi Idris AS tiba di syurga, Nabi Idris AS tidak mau di ajak keluar, ia ingin tetap tinggal dalam syurga, hingga Malaikat berteriak:”Hai Nabi Idris, keluarlah”, dan Nabi Idris AS tetap tidak mau keluar, dan berkata: ” Karena Allah telah berfirman”: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…”(Q.Surat Ali’imran ayat 185), Sedang saya telah merasakan mati. Dan Allah Berfirman: “Dan tidak seorangpun darimu, melainkan mendatangi neraka itu….” (Q.Surat Maryam ayat 71). Dan sungguh saya telah memasuki neraka jahannam, dan Allah juga berfirman: “…….. dan sekali-kali mereka tidak akan di keluarkan dari padanya (syurga)”. (Q.Surat AL Hijr ayat 48)”.
Malaikat berkata: ”Lantas siapa yang akan mengeluarkan mu?”. Lalu Allah berfirman kapada Malaikat: ”Tinggalkanlah Nabi Idris di syurga, sungguh Aku telah menetapkannya, bahwa ia termasuk ahli syurga”,
kemudian Malaikat itu meninggalkan Nabi Idris AS di syurga dan tetaplah Nabi Idris AS berada dalam syurga untuk selama-lamanya.

4. Kisah Nabi Ilyas Alaihissalam
Ketika sedang beristirahat datanglah Malaikat kepada Nabi Ilyas AS, Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Nabi Ilyas AS menjadi sedih dan menangis. “ Mengapa engkau bersedih?” tanya Malaikat maut. “ Tidak tahulah.” Jawab Nabi Ilyas AS. “Apakah engkau bersedih karena akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut ?” tanya Malaikat. “Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali karena aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir memuji Allah, ” jawab Nabi Ilyas AS.

Saat itu Allah SWT lantas menurunkan wahyu kepada Malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas AS berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas AS ingin terus hidup semata-mata karena ingin berzikir kepada Allah SWT. Maka berzikirlah Nabi Ilyas AS sepanjang hidupnya.
Wallahu'alam..

sufihanan


Ahad, 17 Jun 2012

PERINGATAN BESAR BUAT KAUM WANITA (Sempena Israk Mikraj)

Dipetik dari Kitab Muhimmah karangan Sheikh Abdullah bin Abdul Rahim Fathoni 1384 Hijrah.

Diceritakan oleh Sayyidina Ali RA.; Adalah pada suatu hari masuk aku ke dalam rumah Nabi SAW. dan ada sertaku isteriku, Siti Fatimah RA. Maka tatkala aku dekat dengan pintu, maka sabda Nabi SAW.


"Siapa yang dipintu itu?"
Maka sahut Siti Fatimah;
"Kami dengan suami kami, Ali. Hamba datang untuk menghadap engkau ya Rasulullah". Maka tatkala Rasulullah membuka pintu bagi kami, tiba-tiba kami dapati akan Nabi hal keadaannya menangis akan sebagai tangis yang sangat. Maka kataku (Sayyidina Ali RA.) baginya; "Penebusmu [adalah] aku, engkaulah bapaku dan ibuku Ya, Rasulullah. apakah yang menyebabkan engkau menangis?"

Maka sabda Rasulullah SAW.;
"Bahawa sesungguhnya telah aku lihat pada malam mikraj, beberapa perempuan daripada umatku di dalam siksa yang amat sangat. Maka sangatlah salah pekerjaan mereka itu., kerana itulah yang menyebakan aku menangis kerana keadaan mereka yang tersangat siksa". Berkata Sayyidina Ali RA.;"Ya, Rasulullah, bagaimanakah engkau lihat akan keadaan mereka itu?"

Maka sabda Rasulullah SAW.;

  • Telah aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; dan Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; dan Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung dengan dua kakinya pada hal terikat lagi terlipat dan telah mengeluarkan segala malaikat yang menyiksa itu dengan dua tangannya daripada pihak belakang lalu dilumurkan minyak tanah pada badannya dan dituangkan air panas ke dalam lehernya; dan
  • Aku lihat seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya. (Ada pun buah zaqqum itu adalah buah kayu di dalam neraka yang amat pahit dan apabila memakan mereka itu akannya, nescaya menggelegak (mendidih) segala isi perut mereka itu, dan otak dan gusi mereka itu dan keluar lidah apinya daripada mulut mereka itu) dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung pada hal memakan ia akan daging dirinya manakala api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia (ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia(perempuan) akan darahnya; dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. Di dalam kerongkongnya api neraka pada hal keluar otak daripada kepalanya dan lagi mengalir ke dalam hidungnya dan segala badannya itu amat busuk lagi berputar-putar (menggelupur) seperti terkena penyakit yang besar; dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya dipotong segala daging badannya daripada hadapan hingga ke belakang daripada segala anggota dengan gunting api neraka; dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan yang tergantung hal keadaannya hitam segala mukanya dan dua susunya dan api memakan isi perutnya;dan lagi
  • Aku lihat seorang perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai dan di atas nua itu beribu-ribu warna daripada azab; dan
  • Aku lihat pula seorang perempuan atas rupa anjing dan api neraka itu masuk daripada bawah duburnya dan keluar daripada ia{api} daripada mulutnya dan segala malaikat itu memukul mereka itu akan kepalanya dan badanya dengan pemukul api neraka.

Kata Sayyidina Ali RA;
Maka berdirilah Siti Fatimah RA. kepada Nabi SAW. lalu berkata;

"Hai kekasihku dan cahaya mataku, khabarkan olehmu apa dosa-dosa mereka itu hingga jatuh atas sekelian mereka itu dengan berbagai-baga siksaan itu?"

Maka sabda Nabi Sallahu Alaihi Wasallam.;
  • Ada pun perempuan yang tergantung dengan rambutnya dan mendidih otak kepalanya; maka bahawa sesungguhnya ia tiada mahu menutup rambutnya daripada lelaki yang haram memandang dia,
  • Dan adapun perempuan yang tergantung dengan lidahnya dan api neraka yang sangat panas dituangkan ke dalam lehernya; maka bahawa sesungguhnya ia menyakiti akan suaminya.
  • Dan adapun seorang perempuan yang tergantung dengan dua susunya dan buah zaqqum itu dituangkan masuk ke dalam lehernya; maka sesungguh nya ia memberikan air susu suaminya [kepada bayi yang lain] dengan tiada izin suaminya.

  • Dan adapun perempuan yang yang tergantung dengan dua kakinya di dalam kerongkongan api nereka itu; maka bahawa sesungguhnya ia keluar rumah dengan tiada izin daripada suaminya.
  • Dan adapun perempuan yang tergantung dan memakan ia akan tubuhnya dan api neraka dinyala-nyalakan daripada pihak bawahnya; maka bahawa sesungguhnya ia memperhiasi tubuhnya kerana orang lain dan tiada memperhiasi bagi suaminya.
  • Dan adapun perempuan yang tergantung lagi menambat oleh segala malaikat akan dua kakinya kepada dua susunya dan ditambatkan dua susunya kepada ubun-ubunnya dan dijadikan atas badannya itu beberapa ekor ular dan kala hak keadaannya memakan ia(ular dan kala) akan dagingnya dan meminum ia akan darahnya; bahawa sesungguhnya ia di dalam dunia tiada hendak bersuci badannya dan tiada hendak mandi junub dan haid dan daripada nifas dan meringan-ringan akan sembahyang.
  • Dan adapun perempuan yang tergantung hal keadaannya buta dan tuli dan kelu. yang di dalam kerongkongan api neraka; maka bahawa sesungguhnya ia mendatangkan daripada anak zina dan ditambatkan kepada batang leher suaminya. (perempuan yang menduakan suaminya hingga mendapat anak zina dan dinyatakan anak itu adalah hasil daripada suaminya).
  • Dan adapun perempuan yang tergantung kepalanya seperti kepala babi dan tubuhnya seperti tubuh keldai; maka sesungguhnya ia sangat mengadu-ngadu (adu domba / batu api) lagi amat dusta.
  • Dan adapun perempuan yang seperti rupa anjing dan api masuk ia ke dalam mulutnya dan keluar ia daripada duburnya; maka bahawa sesungguhnya ia adalah sangat membangkit akan manusia(mengungkit-ungkit pemberian atau pertolongan) lagi banyak dengki mendengki..

SEMOGA MAMPU MEMBERIKAN PERINGATAN KEPADA KAUM MUSLIMIN DAN MUSLIMAT SEKELIAN.-dirihamba
Wallahu A'lam

sumber: ibnubakr1407
 
 

Sabtu, 21 Januari 2012

Bukti Cinta Sejati Rasulullah Pada Umatnya


Semasa di Padang Mahsyar semua insan akan mementingkan dirinya sendiri tetapi Rasulullah tidak lupa umatnya malah Baginda bersedia memberi Syufaat pada umatnya yang mengikut jejaknya atau sunnahnya,, Baginda setia menunggu umatnya di tiga tempat yang amat penting di Padang Mahsyar :

  1. Rasulullah SAW setia menunggu memberi syafaat kepada umatnya semasa manusia ditimbang amalan mereka.
  2. Rasulullah SAW setia menunggu umatnya ketika manusia menerima buku catatan amalan dan akan memberi syafaat kepada umatnya kurang amalan kebajikan.
  3. Rasulullah bersedia mempimping umatnya melalui titian Sirat Mustaqim dengan selamat untuk ke Syurga, jika umatnya adalah umat yang benar-benar cinta kepada Sunnahnya./peribadirasulullah
Cukuplah 3 perkara diatas yang kita imani. Sebagai umat Islam yang beriman pada hari akhirat wajib mempercayainya .Kita memang mengharapkan Baginda Rasulullah s.a.w untuk memberi Syafaat dan pertolong kepada kita dengan Rahmat Allah swt jua,sebab dengan amalan yang sedikit dan kadangkala tak sempurna dan lalai pula, bagaimana kita rasa kita dipilih untuk ke Syurga ? dimana hari yang penuh ketakutan itu yang menentukan kita ke Syurga atau kejurang Neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan berhala.Wallahu A'lam.


Mari kita semua sebarkan Selawat Kepada Rasulullah S.a.w keseluruh alam.






Ahad, 15 Januari 2012

Cerita Sahabat Yang Pernah Berjumpa Dengan Nabi Muhammad S.A.W


*Aku belum pernah melihat lelaki yang sekacak Rasulullah. Aku melihat cahaya memancar dari lidahnya.

*Seandainya kamu melihat Rasulullah SAW, kamu akan merasa seolah-olah sedang melihat matahari terbit.

*Aku pernah melihat Rasulullah SAW di bawah sinaran bulan. Aku bandingkan wajahnya dengan bulan, akhirnya aku sedari bahawa Rasulullah SAW jauh lebih cantik daripada sinaran bulan.

*Rasulullah SAW seumpama matahari yang bersinar. Aku belum pernah melihat lelaki setampan Rasulullah SAW.

*Apabila Rasulullah SAW berasa gembira, wajahnya bercahaya seperti bulan purnama dan dari situ kami mengetahui yang baginda sedang gembira.

*Kali pertama memandangnya, sudah tentu kamu akan terpesona.

*Wajahnya tidak bulat tetapi lebih cenderung kepada bulat.

*Wajahnya seperti bulan purnama.

*Dahi Baginda luas, raut kening tebal, terpisah di tengahnya. Urat darah kelihatan di antara dua kening dan nampak semakin jelas semasa marah.

*Mata Baginda hitam dengan bulu mata yang panjang.

*Garis-garis merah di bahagian putih mata, luas kelopaknya, kebiruan asli di bahagian sudut.

*Hidungnya agak mancung, bercahaya penuh misteri, kelihatan luas sekali pertama kali melihatnya.

*Mulut baginda sederhana luas dan cantik.

*Giginya kecil dan bercahaya, indah tersusun, renggang di bahagian depan.

*Apabila berkata-kata cahaya kelihatan memancar dari giginya.

*Janggutnya penuh dan tebal menawan.

*Lehernya kecil dan panjang, terbentuk dengan cantik seperti arca. Warna lehernya putih seperti perak sangat indah.

*Kepalanya besar tapi terlalu elok bentuknya.

*Rambutnya sedikit ikal.

*Rambutnya tebal kadang-kadang menyentuh pangkal telinga dan kadang-kadang mencecah bahu tapi disisir rapi.

*Rambutnya terbelah di tengah.

Begitu hebat personaliti dan ketokohan Baginda SAW. makhluk terpuji dan teragung di muka bumi. Kesimpulannya Nabi Muhammad SAW adalah manusia agung yang ideal dan sebaik-baik contoh sepanjang zaman.

Kredit: petikanbuku


Ahad, 20 November 2011

Gambar Rumah Nabi S.a.w dan Sayyidah Khadijah r.ha, Yang Mereka Tinggal Bersama Selama 28 Tahun.

Seorang Tokoh manusia paling mulia dan paling berpengaruh sepanjang zaman tampil hidup di tengah-tengah masyarakat negeri Arab ketika itu dengan penuh kesederhanaan. Tokoh yang berakhlak mulia dan tidak pernah letih membimbing umatnya ini hidup bersama isteri tercintanya Khadijah r.ha di rumah yang sederhana.Siapakah tokoh itu, tak lain beliau adalah Muhammad bin Abdullah @ Rasullullah S.a.w,Penghulu para-para Nabi Allah.
Ini adalah foto Rumah Nabi Saw dan Sayyidah Khadijah r.ha, tempat mereka berdua tinggal selama 28 tahun.
Di atas ini gambar sisa runtuhan rumah Nabi Saw & Sayyidah Khadijah r.ha yang dilihat lebih dekat.
Gambar di atas ini adalah runtuhan pintu masuk ke kamar Rasul Saw di rumah Sayyidah Khadijah r.ha
Di atas ini adalah Gambar runtuhan tempat Sayyidah Fatimah r.ha, puteri kesayangan Rasulullah Saw dilahirkan.
Gambar di atas adalah sisa runtuhan kamar Rasul Saw dan Sayyidah Khadijah r.ha
Di atas ini adalah gambar runtuhan mihrab tempat Rasulullah saw bersolat.
Gambar di atas ini adalah makam Sayyidah Khadijah r.ha (yang besar) dan puteranya, Qasim (yang kecil) di sudut. ~ indonesiaterkini


Adakah pemaju-pemaju dan puak Wahhabi, memadamkan sejarah Makkah ?
Masalahnya orang islam kat dunia ini tak semua sama. Sebab itu mereka buat decision yang mungkin tak glamer tapi menguntungkan semua. Kalian tengok jer sendiri bila sampai Mekkah, berapa ramai yang buat tak patut dibuat yang boleh memesongkan akidah? Benda benda macam inilah yang nak dielakkan oleh kerajaan Saudi 

Aku lebih rela melihat tapak rumah nabi tu diruntuh dan dibina Hotel untuk menampung jemaah haji, daripada dikekalkan dan menjadi tempat pemujaan orang islam yang lain.

Aneh sungguh, apabila ada sebahagian umat ini, yang bergembira dan menyokong apabila rumah, peninggalan dan warisan Nabinya dihancur dan dibinasakan! Mereka menjadikan alasan pembangunan sebagai menyokong penghapusan warisan Nabi mereka sendiri. Dan mereka menjadikan syirik sebagai alasan sokongan kepada usaha-usaha menghancurkan peninggalan Nabi mereka! Sesetengah mereka berpendapat berdoa di sisi maqam, mencium dan berziarah kepadanya adalah syirik. 

Apakah perbuatan mengangungkan dan memuliakan peninggalan Rasul di anggap syirik? Maka untuk apa umat Islam saban tahun menunaikan haji- berlari di antara Safa dan Marwa demi mengingati Siti Hajar? Dan mengapa pula penguasa Wahabi masih membiarkan Hajar Aswad untuk dicium-cium dan digosok2? Perbuatan seperti ini samalah dengan perbuatan penyembah berhala yang mencium dan mengusap-usap patung sembahan mereka. Mencegah kaum Muslimin dari bertabaruk dengan peninggalan Rasul serta mencium makam baginda merupkan ciri khusus wahabi sehinggakan penguasa wahabi menempatkan para pengawal yang memperlakukan para penziarah dengan kasar dan tanpa kasih sayang.

Padahal perbuatan mencium dan mengusap kuburan Rasulullah saaw adalah sama sahaja dengan perbuatan mencium dan menggosok al-Quran. Tidak lain, perbuatan itu timbul akibat rasa penganggungan, cinta kepada agama tanpa langsung niat menyirikkan Tuhan. Kuburan dan rumah-rumah peninggalan Nabi, keluarganya yang suci, rumah para isteri dan makam2 mereka merupakan syiar2 Allah yang seharusnya dipelihara. Dan orang-orang Islam selain Wahabi faham benar hakikat berdoa dan bersolat di sekitar makam Nabi adalah bukan berbentuk syirik, kerana mereka telah diajar sejak kecil bahawa sujud ke arah kaabah bukanlah sujud kepada kaabah (menyembah Kaabah).

Peninggalan para Nabi seperti rumah, kuburan adalah syiar-syiar Allah
Menjaga dan memelihara kuburan dan peninggalan para Nabi adalah termasuk meninggikan syiar Allah. 

Dan siapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, maka itu tanda ketakwaan hati.
(al-Hajj: 32)

Syiar-syiar yang dimaksudkan dalam ayat adalah tanda-tanda agama Allah (Majma, al-Bayan, jil.iv, hlm.83, terbitan Sidon). Safa dan Marwah (tempat berlari anak Siti Hajar) merupakan tanda-tanda Islam yang suci, merupakan syiar-syiar agama, yang Allah jadikan sebagai tempat manusia beribadah. 

...Sesungguhnya Safa dan Marwa adalah sebahagian dari syiar Allah.(al-Baqarah, 158)

Begitu juga dengan unta sembelihan yang Allah nyatakan sebagai sebahagian dari syiar2Nya:

...Dan telah Kami jadikan kepadamu, unta-unta itu sebahagian dari syiar Allah.(al-Hajj: 36)

Unta tersebut dihormati dengan tidak menunggangnya, diasingkan dan dikhususkan, diberi makan dan minum sehingga waktu penyembelihan. Dan ini merupakan syiar-syiart Allah yang harus dihormati dan dijaga. Perhatikanlah, sekiranya Allah menjadikan tempat berlarinya Hajar dengan penuh tabah dan sabar sebagai syiar-syiarNya, dan menjadikannya sebagai tempat ibadah; dan menjadikan unta-unta sembelihan sebahagian dari syiarNya yang dimuliakan. 

Jika unta-unta sembelihan di hormati sebagai syiar-syiar Tuhan, lalu apakah para Nabi, Ahlul Bait, ummul mukminin, para sahabat yang ikhlas, para wali dan pejuang Syuhada yang sejak hari pertama mereka berjuang menegakkan agama Allah tidak dianggap sebagai sebahagian syiar-syiar Allah, dan tidak layak diagungkan dan dihormati sesuai dengan darjat dan kedudukan mereka sewaktu hidup dan sesudah mati mereka?

Jika laluan langkah Hajar adalah dan unta-unta sembelihan adalah syiar-syiar Allah; lalu Apakah para Nabi, Rasulullah saaw, Ahlul Baitnya yang suci, ummul mukminin, para sahabat ikhlas, para syuhada bukan syiar-syiar Allah sehinggakan mereka tidak dihormati, makam-makam mereka diroboh, rumah2 peninggalan mereka dihancurkan? 

Apakah orang-orang wahabi dan penyokong mereka ragu-ragu bahawa para Nabi, Rasul, Ahlul Bait, para syuhada serta ulama Islam adalah sebahagian dari syiar Allah, menjaga sesuatu dari peninggalan mereka, menjaga makam mereka dan membersihkannya adalah sebagai salah satu cara menghormati dan mengagungkan syiar-syiar Tuhan, ataupun merosakkannya dan membinasakannya adalah sesuatu yang terpuji?

billionaire: teringat kejadian Masjid Babri yang diruntuhkan oleh ekstremis Hindu di India. Apa agaknya reaksi Ahlus Sunnah sekiranya makam-makam asy-Syafii di Mesir, dan di makam Syeikh Abdul Kadir Jilani di Baghdad dihancurkan.

Siapakah Wahabi

Istilah wahabi sebenarnya bukan istilah baku dalam literatur Islam. Dan penisbahan istilah wahabi kepada sebagian umat Islam pun kurang objektif. Meski istilah `wahabi` bila kita runut dari asal, memang mengacu kepada tokoh ulama besar di tanah Arab yang bernama lengkap Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab At-Tamimi Al-Najdi (1115-1206 H atau 1703-1791 M). Namun para pendukung dakwah beliau umumnya menolak bila dikatakan bahwa gerakan mereka adalah gerakan wahabiyah. Justru mereka lebih sering menggunakan istilah ahlisunnah wal jamaah atau dakwah salafiyah.

Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab lahir di 'Uyainah dan belajar Islam dalam mazhab Hanbali. Beliau telah menghafal Al-Qur'an sejak usia 10 tahun. Dakwah beliau banyak disambut ketika beliau datang di Dar`iyah, bahkan beliau dijadikan guru dan dimuliakan oleh penguasa setempat saat yaitu pangeran (amir) Muhammad bin Su`ud yang berkuasa 1139-1179. Oleh amir, dakwah beliau ditegakkan dan akhirnya menjadi semacam gerakan nasional di seluruh wilayah Saudi Arabia hingga hari ini.

Pokok ajaran Muhammad bin Abdul Wahhab

Sosok Muhammad bin Abdul Wahhab menjadi pelopor gerakan ishlah (reformasi). Sosok beliau muncul menjelang masa-masa kemunduran dan kebekuan berpikir pemikiran dunia Islam, yaitu sekitar 3 abad yang lampau atau tepatnya pada abad ke-12 hijriyah. Dakwah ini menyerukan agar aqidah Islam dikembalikan kepada pemurnian arti tauhid dari syirik dengan segala manifestasinya.

Sementara fenomena umat saat itu sungguh memilukan. Mereka telah menjadikan kuburan menjadi tempat pemujaan dan meminta kepada selain Allah. Kemusyrikan telah merajalela dan merata di hampir semua penjuru negeri. Bid`ah, khurafat dan takhayyul menjadi makanan sehari-hari. Dukun berkeliaran ke sana ke mari, ramalan-ramalan dari syetan sangat digemari, sihir menjadi aktifitas umat, ilmu ghaib seolah menjadi alternatif untuk menyelesaikan berbagai persoalan dalam kehidupan umat Islam.

Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab saat itu bangkit mengajak dunia Islam untuk sadar atas kebobrokan aqidah ini. Beliau menulis beberapa risalah untuk menyadarkan masyarakat dari kesalahannya. Salah satunya adalah kitabut-tauhid, yang hingga kini masih menjadi rujukan banyak ulama di bidang aqidah.

Dakwah Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab ini kemudian melahirkan gerakan umat yang aktif menumpas segala bentuk khurafat, syirik, bid`ah dan beragam hal yang menyeleweng dari ajaran Islam yang asli. Mereka melarang membangun bangunan di atas kuburan, juga mengharamkan untuk menyelimuti kuburan atau memasang lampu di dalamnya. Mereka juga melarang orang meminta kepada kuburan, orang yang sudah mati, dukun, peramal, tukang sihir dan tukang teluh. Mereka juga melarang tawassul dengan menyebut nama orang shaleh seperti kalimat bi jaahirrasul atau keramatnya syeikh Fulan dan Fulan.

Dakwah beliau lebih tepat dikatakan sebagai dakwah salafiyah. Dakwah ini telah membangun umat Islam di bidang aqidah yang telah lama jumud (beku) akibat kemunduran aqidah umat. Dakwah beliau sangat memperhatikan pengajaran dan pendidikan umum serta merangsang para ulama dan tokoh untuk kembali membuka literatur kepada buku induk dan maraji` yang mu`tabar, sebelum menerima sebuah pemikiran.

Para pendiri dakwah ini umunya bermazhab fiqih dengan mazhab Al-Hanabilah, jadi tidak benar kalau dikatakan mereka anti mazhab. Namun memang mereka tidak selalu terikat dengan mazhab tersebut dalam fatwa-fatwanya. Terutama bila mereka menemukan dalil yang lebih rajih. Oleh karena itu dakwah merka sering disebut La Mazhabiyyah, namun sebenarnya lebih kepada masalah ushul, sedangkan masalah furu`nya, mereka tetap pada mazhab Al-Hanabilah.

Sebenarnya mereka tidak pernah mengharamkan taqlid, namun meminta agar umat ini mau lebih jauh meneliti dan merujuk kembali kepada nash-nash dan dalil dari Kitabullah dan sunnah Rasulullah SAW serta pendapat para ulama salafus shalih.

Di antara tokokh ulama salaf yang paling sering mereka jadikan rujukan adalah:

a. Imam Ahmad ibn Hanbal (164-241 H)
b. Ibnu Taimiyah (661-728 H)
c. Muhammad Ibnul Qayyim Al-Jauziyah (6691-751H)

Oleh banyak kalangan, gerakan ini dianggap sebagai pelopor kebangkitan pemikiran di dunia Islam, antara lain gerakan Mahdiyah, Sanusiyah, Pan Islamisme-nya Jamaluddin Al-Afghani, Muhammad Abduh di Mesir dan gerakan lainnya di benua India. Paling tidak, masa hidup Muhammad bin Adbul Wahhab lebih dahulu dari mereka semua. Dalam penjulukan yang kurang tepat, gerakan ini sering dijuluki dengan wahabi. Namun istilah ini tidak pernah diterima oleh mereka yang ikut mengembangkan dakwah salafiyah.

Demikian sekelumit tentang gerakan Syeikh Muhammad bin Abdul Wahhab. Maka dengan demikian, sesungguhnya dakwah ini juga dakwah ahlisunnah wal jamaah. Sebab tetap berpegang kepada sunnah Rasulullah SAW dan juga para jamaah (shahabat ridhwanullahi 'alaihim).

Para pendiri dakwah ini umunya bermazhab fiqih dengan mazhab Al-Hanabilah, jadi tidak benar kalau dikatakan mereka anti mazhab. Namun memang mereka tidak selalu terikat dengan mazhab tersebut dalam fatwa-fatwanya. Terutama bila mereka menemukan dalil yang lebih rajih. Oleh karena itu dakwah merka sering disebut La Mazhabiyyah, namun sebenarnya lebih kepada masalah ushul, sedangkan masalah furu`nya, mereka tetap pada mazhab Al-Hanabilah.

Dakwah ini jelas-jelas sebuah dakwah ahlisunnah wal jamaah serta berpegang teguh dengannya. Mereka menyeru kepada pemurnian tauhid dengan menuntut umat agar mengembalikan kepada apa yang dipahami oleh umat Islam generasi pertama.

Sedangkan bila dikatakan bahwa dakwah ini mengharamkan ziarah kubur, sebenarnya tidak juga. Sebab mereka pun mengakui bahwa ziarah kubur itu ada masyru'iyahnya dari syariat Islam.

Dahulu Aku (Rasulullah SAW) melarang kalian ziarah kubur, namun sekarang silahkan berziarah kubur. (HR Muslim dan merupakan hadits Shahih dan terdapat dalam syarah imam Nawawi)

Hanya saja mereka agak lebih berhati-hati, agar jangan sampai niat ziarah yang baik itu dirusak dengan praktek-praktek yang diharamkan. Seperti meminta doa dari ahli kubur, meminta keberkahan, minta diselamatkan, minta dilindungi, minta jodoh, rizqi dan sebagainya. Sebenarnya praktek seperti inilah yang mereka takutkan. Dan memang praktek seperti ini tidak dibenarkan dalam ajaran Islam. Sebab tempat meminta itu hanya kepada Allah SWT saja, bukan kepada kuburan. /www.eramuslim.com

WallahuA'lam..

Pendapat Ini diambil dari :  mforum.cari.com.my




Selasa, 6 September 2011

Dokumen Asli : Surat Rasulullah SAW kepada tiga raja dan reaksi berbeza mereka

Setelah Perjanjian Hudaibiyyah Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memiliki kesempatan untuk berdakwah yang lebih luas. Beliau mengirimkan banyak surat kepada pembesar di berbagai negeri menyeru mereka kepada Islam. 
Berikut ini adalah kisah tiga orang raja yang berbeza reaksinya ketika menerima surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Perbezaan reaksi ini berakibat pada perbezaan nasib yang mereka alami.


1- Surat Nabi saw untuk Raja Negus (Penguasa Ethiopia)


https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhleTvfgqNW3hHak5CQ1O5bwlriUFHc23N9fy3y2mDNgIbuLgIdlBAMZqBAFOea9FKKnhjPkd15dHiIWO7dx-_xb-jYHZjjCKOblIYJkmx88uucaiTfoiILPq57Fv9uYNn1RlvlO4n5ufQ/s1600/surat1.jpg

Isi surat:
Dari Muhammad utusan Allah untuk An-Najasyi, penguasa Abyssinia (Ethiopia).
Salam bagimu, sesungguhnya aku bersyukur kepada Allah yang tidak ada Tuhan kecuali Dia, Raja, Yang Maha Suci, Yang Maha Sejahtera, Yang Mengaruniakan keamanan, Yang Maha Memelihara, dan aku bersaksi bahawa Isa putra Maryam adalah ruh dari Allah yang diciptakan dengan kalimat Nya yang disampaikan Nya kepada Maryam yang terpilih, baik dan terpelihara. Maka ia hamil kemudian diciptakan Isa dengan tiupan ruh dari-Nya sebagaimana diciptakan Adam dari tanah dengan tangan Nya. Sesungguhnya aku mengajakmu ke jalan Allah. Dan aku telah sampaikan dan menasihatimu maka terimalah nasihatku. Dan salam bagi yang mengikuti petunjuk.

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam menulis surat kepada An-Najasyi yakni Ashhamah bin Al-Abjar dan menyerunya kepada Islam. Raja An-Najasyi mengambil surat itu, beliau lalu meletakkan ke wajahnya dan turun dari singgasana. Beliaupun masuk Islam melalui Ja’far bin Abi Tholib radiyallahu ‘anhu.

Beliau lalu mengirimkan surat kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam dan menyebutkan tentang keislamannya.

Raja An-Najasyi akhirnya meninggal dunia pada bulan Rajab tahun ke-9 Hijriyyah. Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam memberitakan hal itu pada hari wafatnya lalu melakukan solat ghaib untuknya. Beliau juga menyatakan bahawa Raja An-Najasyi kelak akan masuk surga.

2- Surat Nabi saw untuk Raja Heraclius (Kaisar Romawi)
Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Heraclius Kaisar Romawi yang agung.

Salam bagi siapa yang mengikuti petunjuk. Salain dari pada itu, sesungguhnya aku mengajak kamu untuk memeluk Islam. Masuklah kamu ke agama Islam maka kamu akan selamat dan peluklah agama Islam maka Allah memberikan pahalah bagimu dua kali dan jika kamu berpaling maka kamu akan menanggung dosa orang orang Romawi. “Katakanlah: Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahawa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak (pula) sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)”. Al-Imron 64

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kaisar Heraklius dan menyerukan kepada Islam. Pada waktu itu Kaisar sedang merayakan kemenangannya atas Negeri Persia.
Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam telah mengirim Dihyah bin Khalifah Al-Kalby sebagai utusan kepada Kaisar Heraklius penguasa Kekaisaran Romawi, negara kuasa besar pada masa itu. 
Kaisar pun berkeinginan untuk melakukan penyelidikan bagi memeriksa kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Maka beliau memerintahkan untuk mendatangkan seseorang dari Bangsa Arab ke hadapannya.

Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu, waktu itu masih kafir, dan rombongannya segera dihadirkan di hadapan Kaisar. Beliau diminta berdiri paling depan sebagai juru bicara kerana memiliki nasab yang paling dekat dengan Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. 
Rombongan yang lain berdiri di belakangnya sebagai saksi, sehingga beliau tidak berani berbohong. Itulah strategi Kaisar untuk mendapatkan keterangan yang valid.

Maka berlangsunglah dialog yang panjang antara Kaisar dengan Abu Sufyan rodhiyaullahu ‘anhu. Kaisar Heraklius adalah seorang yang cerdas dengan pengetahuan yang luas.

Dengan kecerdasan dan keluasan ilmunya Kaisar boleh mengetahui kebenaran kenabian Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam. Malah Kaisar menyatakan :
“Dia (maksudnya Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam) kelak akan mampu menguasai wilayah yang dipijak oleh kedua kakiku ini.” Sedangkan pada masa itu Kaisar sedang dalam perjalanan menuju Baitul Maqdis.

Kaisar lalu memuliakan Dihyah bin Khalifah Al-Kalby dengan menghadiahkan sejumlah harta dan pakaian. Kaisar memuliakan surat dari Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam namun masih lebih mencintai tahtanya.
Akibatnya adalah di dunia Allah Subhanahu wa Ta’ala memanjangkan kekuasaannya. Namun dia harus mempertanggungjawabkan kekafirannya di akhirat kelak.

3- Surat Nabi saw untuk Raja Khosrau II (Penguasa Persia)
Isi surat:
Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. Dari Muhammad utusan Allah untuk Khosrau, penguasa Persia yang agung.
Salam bagi orang yang mengikuti petunjuk, beriman kepada Allah dan RasulNya, dan bagi orang yang bersaksi bahawa tidak ada Tuhan kecuali Allah, Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan bagi yang bersaksi baha Muhammad itu hamba Nya dan utusan Nya. Aku mengajakmu kepada panggilan Allah sesungguhnya aku adalah utusan Allah bagi seluruh manusia supaya aku memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir. Peluklah agama Islam maka kamu akan selamat. Jika kamu menolak maka kamu akan menanggung dosa orang orang Majusi.

Ketika Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam mengirim surat kepada Kisra Abrawaiz raja dari Negeri Persia dan menyerunya kepada Islam. Namun ketika surat itu dibacakan kepada Kisra, iapun mengoyaknya sambil berkata, ”Budak rendahan dari rakyatku menuliskan namanya mendahuluiku.

Ketika berita tersebut sampai kepada Rasulullah sholallahu ‘alaihi wasallam, beliaupun mengatakan, ”Semoga Allah merobek-robek kerajaannya.”

Doa tersebut dikabulkan. Persia akhirnya kalah dalam perang menghadapi Romawi dengan kekalahan yang menyakitkan. Kemudian iapun digulingkan oleh anaknya sendiri iaitu Syirawaih. Ia dibunuh dan dirampas kekuasaannya.

Seterusnya kerajaan itu kian terobek-robek dan hancur sampai akhirnya ditaklukkan oleh pasukan Islam pada zaman Khalifah Umar bin Khathab radiyallahu ‘anhu hingga tidak boleh lagi berdiri. Selain itu Kisra masih harus mempertanggung-jawabkan kekafirannya di akhirat kelak.

Sumber :tulahan

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jom Daftar Tambah Visitors

Free advertising

Entri Mereka Juga Menarik

Geng Baik