IKLAN

Memaparkan catatan dengan label Nabi Isa. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Nabi Isa. Papar semua catatan

Ahad, 26 Ogos 2012

Kisah Empat Nabi yang Masih Hidup Hingga Kini


1. Kisah Nabi Isa Alaihissalam
Al-Qur’an menerangkan dalam surat AnNisaa’:157 bahwa Nabi Isa AS tidaklah dibunuh maupun disalib oleh orang-orang Kafir. Adapun yang mereka salib adalah orang yang bentuk dan rupanya diserupakan oleh Allah SWT seperti Nabi Isa AS (sebagian ulama berpendapat orang yang diserupakan adalah muridnya yang berkhianat yang bernama Yudas Iskariot) dan karena ucapan mereka: “Sesungguhnya kami telah membunuh AlMasih, Isa putra Maryam, Rasul Allah”, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. (An Nisaa’ : 157)

Nabi Isa AS diselamatkan oleh Allah SWT dengan jalan diangkat ke langit dan ditempatkan disuatu tempat yang hanya Allah SWT yang tahu tentang hal ini. AlQur’an menjelaskan tentang peristiwa penyelamatan ini. ”Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. (An Nisaa’ :158) (Khotib)


2. Kisah Nabi Khidir Alaihissalam
Pada saat Raja Iskandar Dzul Qarnain pada tahun 322 S. M. berjalan di atas bumi menuju ke tepi bumi, Allah SWT mewakilkan seorang malaikat yang bernama Rofa’il untuk mendampingi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Di tengah perjalanan mereka berbincang-bincang, Raja Iskandar Dzul Qarnain berkata kepada malaikat Rofa’il: “Wahai malaikat Rofa’il ceritakan kepadaku tentang ibadah para malaikat di langit ”,
malaikat Rofa’il berkata, “Ibadah para mailaikat di langit di antaranya ada yang berdiri tidak mengangkat kepalanya selama-lamanya, dan ada pula yang rukuk tidak mengangkat kepala selama-lamanya ”.
Kemudian raja berkata, “Alangkah senangnya seandainya aku hidup bertahun-tahun dalam beribadah kepada Allah ”. Lalu malaikat Rofa’il berkata, “Sesungguhnya Allah telah menciptakan sumber air bumi, namanya ‘Ainul Hayat’ yang berarti, sumber air hidup. Maka barang siapa yang meminumnya seteguk, maka tidak akan mati sampai hari kiamat atau sehingga ia mohon kepada Allah agar supaya dimatikan ”.
Kemudianya raja bertanya kepada malaikat Rofa’il, “Apakah kau tahu tempat “Ainun Hayat itu?”.
mailaikat Rofa’il menjawab, “Bahwa sesungguhnya Ainun Hayat itu berada di bumi yang gelap ”.

Setelah raja mendengar keterangan dari malaikat Rofa’il tentang Ainul hayat, maka raja segera mengumpulkan ‘Alim Ulama’ pada zaman itu, dan raja bertanya kepada mereka tentang Ainul Hayat itu, tetapi mereka menjawab, “Kita tidak tahu khabarnya, namun seoarng yang alim di antara mereka menjawab, “ Sesungguhnya aku pernah membaca di dalam wasiat nabi Adam AS, beliau berkata bahwa sesungguhnya Allah meletakkan Ainul Hayat di bumi yang gelap ”. “Di manakah tempat bumi gelap itu?” tanya raja. Seorang yang alim menjawab, “Di tempat keluarnya matahari”.

Kemudian raja bersiap-siap untuk mendatangi tempat itu, lalu raja bertanya kepada sahabatnya. “Kuda apa yang sangat tajam penglihatannya di waktu gelap ?”. Para sahabat menjawab, “Kuda betina yang perawan”.
Kemudian raja mengumpulkan 1000 ekor kuda betina yang perawan-perawan, lalu raja memilih-milih di antara tentaranya, sebanyak 6000 orang dipilih yang cendikiawan dan yang ahli mencambuk.

Di antara mereka adalah Nabi Khidir AS, bahkan beliau menjabat sebagai Perdana Menteri. Kemudian berjalanlah mereka dan Nabi Khidir AS berjalan di depan pasukannya dan mereka jumpai dalam perjalanan, bahwa tempat keluarnya matahari itu tepat pada arah kiblat.

Kemudian mereka tidak berhenti-henti menempuh perjalanan dalam waktu 12 tahun, sehingga sampai ditepi bumi yang gelap itu, ternyata gelapnya itu memancar seperti asap, bukan seperti gelapnya waktu malam. Kemudian seorang yang sangat cendikiawan mencegah Raja masuk ke tempat gelap itu dan tentara-tentaranya, berkata ia kepada raja. ”Wahai Raja, sesungguhnya raja-raja yang terdahulu tidak ada yang masuk tempat yang gelap ini karena tempat yang gelap ini berbahaya. ” Lalu Raja berkata: ” Kita harus memasukinya, tidak boleh tidak.” Kemudian ketika Raja hendak masuk, maka mereka semua membiarkannya. Kemudian Raja berkata kepada pasukannya: ”Diamlah, tunggulah kalian ditempat ini selama 12 tahun, jika aku bisa datang pada kalian dalam masa 12 tahun itu, maka kedatanganku dan menunggu kalian termasuk baik, dan jika aku tidak datang sampai 12 tahun, maka pulanglah kembali ke negeri kalian”. Kemudian raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: ” Apabila kita melewati tempat yang gelap ini, apakah kita dapat melihat kawan-kawan kita ?”. “Tidak bisa kelihatan”,jawab malaikat Rofa’il,” akan tetapi aku memberimu sebuah merjan atau mutiara, jika merjan itu ke atas bumi, maka mutiara tersebut dapat menjerit dengan suara yang keras, dengan demikian maka kawan- kawan kalian yang tersesat jalan dapat kembali kepada kalian.”

Kemudian Raja Iskandar Dzul Qurnain masuk ke tempat yang gelap itu bersama sekelompok pasukannya, mereka berjalan di tempat yang gelap itu selama 18 hari tidak pernah melihat matahari dan bulan, tidak pernah melihat malam dan siang, tidak pernah melihat burung dan binatang liar, sedangkan raja berjalan dengan didampingi oleh Nabi Khidlir AS.

Di saat mereka berjalan, maka Allah SWT memberi wahyu keapda Nabi Khidlir AS, ”Bahwa sesungguhnya Ainul Hayat itu berada di sebelah kanan jurang dan Ainul Hayat ini Aku khususkan untuk kamu ”.
Setelah Nabi Khidlir menerima wahyu tersebut, kemudian beliau berkata kepada sahabat-sahabatnya: “ Berhentilah kalian di tempat kalian masing-masing dan janganlah kalian meninggalkan tempat kalian sehingga aku datang kepada kalian. ”

Kemudian beliau berjalan menuju ke sebelah kanan jurang, maka didapatilah oleh beliau sebuah Ainul Hayat yang dicarinya itu. Kemudian Nabi Khidlir AS turun dari kudanya dan beliau langsung melepas pakaiannya dan turun ke “Ainul Hayat” (sumber air kehidupan) tersebut, dan beliau terus mandi dan minum sumber air kehidupan tersebut, maka dirasakan oleh beliau airnya lebih manis daripada madu. Setelah beliau mandi dan minum Ainul hayat tersebut, kemudian beliau keluar dari tempat Ainul Hayat itu terus menemui Raja Iskandar Dzulkarnain, sedangkan raja tidak tahu apa yang sedang terjadi pada Nabi Khidlir AS, tentang melihat Ainul Hayat dan mandi.

(Menurut riwayat yang diceritakan oleh Wahab bin Munabbah), dia berkata, bahwa Nabi Khidlir AS adalah anak dari bibi Raja Iskandar Dzul Qarnain. Dan raja Iskandar Dzulkarnain keliling di dalam tempat yang gelap itu selama 40 hari, tiba-tiba tampak oleh Raja sinar seperti kilat, maka terlihat oleh Raja, bumi yang berpasir merah dan terdengar oleh raja suara gemercik di bawah kaki kuda, kemudian Raja bertanya kepada Malaikat Rofa’il: “Gemercik ini adalah suara benda apabila seseorang mengambilnya, niscaya ia akan menyesal dan apabila tidak mengambilnya, niscaya ia akan menyesal juga. ”

Kemudian di antara pasukan ada yang membawanya namun sedikit, setelah mereka keluar dari tempat yang gelap itu, ternyata bahwa benda tersebut adalah yakut yang berwarna merah dan jambrut yang berwarna hijau, maka menyesallah pasukan yang mengambil itu karena mengambilnya hanya sedikit, demikianlah pula pasukan yang tidak mengambilnya, bahkan lebih menyesal. Diriwayatkan oleh Ats-tsa’Labi dari: Iman Ali Rodliayllohu ‘ anhu.

3. Kisah Nabi Idris Alaihissalam
Lalu keduanya menerusakan perjalanan sampai empat hari lamanya dan selama itu pula Nabi Idris AS menemukan keanehan yang ada pada Malaikat itu dan Nabi Idris AS bertanya: ”Hai tuan, kamu ini sebenarnya siapa?”, Malaikat itu menjawab: ”Saya adalah malaikat pencabut nyawa”. Nabi Idris AS bertanya:” Apakah kamu akan mencabut nyawa manusia?”, Malaikat menjawab:”Ya”, Nabi Idris AS bertanya: ”Apakah kamu juga mencabut nyawa selama dalam perjalanan bersama saya?”, Malaikat menjawab: ”Ya, saya telah mencabut beberapa nyawa manusia dan sesungguhnya nyawa manusia itu adalah bagaikan hidangan makanan, sebagai mana kamu menghadapi sesuap makanan saja”. Nabi Idris AS berkata: ”Dan apakah kamu datang ini untuk mencabut nyawa saya atau sekedar berkunjung?”, Malaikat menjawab: ”Saya datang hanya untuk berkunjung”, Nabi Idris AS berkata: ”kalau begitu saya punya hajat kepadamu”, Malaikat menjawab: ”Hajat apa, hai Nabi Idris?” Nabi Idris AS berkata: ”Saya ingin agar kamu mencabut nyawa saya, lalu memohonlah kepada Allah untuk menghidupkan saya sehingga saya bisa beribadah kepada Allah sesudah merasakan sakitnya mati”.
Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa mencabut nyawa seseorang tanpa seijin Allah”.
Lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Cabutlah nyawa Idris!”.

Kemudian malaikat itu mencabut nyawa Nabi Idris AS dan matilah Nabi Idris AS lalu Malaikat menangis sambil merendahkan diri untuk memohon kepada Allah SWT agar menghidupkan Nabi Idris AS kembali, kemudian Allah menghidupkan Nabi Idris AS, lalu malaikat bertanya: ”Hai Nabi Idris bagaimana rasanya mati itu?”.
Nabi Idris AS berkata:”Sungguh rasanya mati itu bagaikan binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup, sedang rasa mati itu melebihi 100X lipat rasa sakit binatang yang dikuliti dalam keadaan masih hidup”.

Malaikat menjawab:”Hai Nabi Idris, padahal saya mencabut nyawamu itu dengan cara hati-hati dan sangat halus dan ini belum pernah saya lakukan kepada siapapun”. Nabi Idris AS berkata: ”Saya mempunyai hajat yang lain kepadamu, yaitu ingin melihat neraka jahannam, agar saat melihat itu saya lebih banyak beribadah kepada Allah”. Malaikat menjawab: ”Sungguh saya tidak bisa masuk neraka jahannam tanpa ada izin dari Allah”, lalu Allah SWT berfirman kepada Malaikat: ”Pergilah kamu bersama Nabi Idris ke neraka jahannam”.

Kemudian malaikat bersama Nabi Idris AS pergi ke neraka jahannam, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala yang dipersiapkan untuk menyiksa di neraka jahannam, lalu keduanya kembali dari neraka jahannam. Nabi Idris AS berkata: ”Saya punya hajat lagi kepada kamu, agar kamu mengajakku pergi ke syurga,dan setelah itu saya akan menjadi hamba yang lebih taat dalam beragama”. Malaikat berkata: ”Saya tidak bisa masuk syurga tanpa ada ijin dari Allah”. Lalu Allah AS berfirman: ”Hai Malaikat pergilah kamu bersama Idris ke syurga”.

Dan keduanya pergi ke syurga dan berhanti di depan pintu syurga, maka Nabi Idris AS dapat melihat segala kenikmatan yang ada dalam syurga, melihat kerajaan yang banyak, melihat anugerah yang banyak dan melihat pepohonan dan buah-buahan yang beraneka macam ragamnya. Nabi Idris berkata: ”Wahai Malaikat, saya telah merasakan mati, telah melihat segala macam siksaan dalam neraka, lalu mohonlah kepada Allah, agar ia memberi izin saya masuk ke syurga, sehingga saya dapat minum air syurga dan sakit saya menjadi hilang serta terhindar dari neraka jahannam”. Lalu Allah Berfirman kepada malaikat: ”Masuklah kamu ke syurga bersama Idris”, kemudian keduanya masuk syurga dan Nabi Idris AS meletakan sandalnya di bawah salah satu pohon di syurga, dan setelah keluar dari syurga.Nabi Idris berkata kepada Malaikat: ”Sungguh sandal saya tertinggal di syurga, maka kembalikan saya ke syurga”, dan setelah Nabi Idris AS tiba di syurga, Nabi Idris AS tidak mau di ajak keluar, ia ingin tetap tinggal dalam syurga, hingga Malaikat berteriak:”Hai Nabi Idris, keluarlah”, dan Nabi Idris AS tetap tidak mau keluar, dan berkata: ” Karena Allah telah berfirman”: “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati…”(Q.Surat Ali’imran ayat 185), Sedang saya telah merasakan mati. Dan Allah Berfirman: “Dan tidak seorangpun darimu, melainkan mendatangi neraka itu….” (Q.Surat Maryam ayat 71). Dan sungguh saya telah memasuki neraka jahannam, dan Allah juga berfirman: “…….. dan sekali-kali mereka tidak akan di keluarkan dari padanya (syurga)”. (Q.Surat AL Hijr ayat 48)”.
Malaikat berkata: ”Lantas siapa yang akan mengeluarkan mu?”. Lalu Allah berfirman kapada Malaikat: ”Tinggalkanlah Nabi Idris di syurga, sungguh Aku telah menetapkannya, bahwa ia termasuk ahli syurga”,
kemudian Malaikat itu meninggalkan Nabi Idris AS di syurga dan tetaplah Nabi Idris AS berada dalam syurga untuk selama-lamanya.

4. Kisah Nabi Ilyas Alaihissalam
Ketika sedang beristirahat datanglah Malaikat kepada Nabi Ilyas AS, Malaikat itu datang untuk menjemput ruhnya. Mendengar berita itu, Nabi Ilyas AS menjadi sedih dan menangis. “ Mengapa engkau bersedih?” tanya Malaikat maut. “ Tidak tahulah.” Jawab Nabi Ilyas AS. “Apakah engkau bersedih karena akan meninggalkan dunia dan takut menghadapi maut ?” tanya Malaikat. “Tidak. Tiada sesuatu yang aku sesali kecuali karena aku menyesal tidak boleh lagi berzikir kepada Allah, sementara yang masih hidup boleh terus berzikir memuji Allah, ” jawab Nabi Ilyas AS.

Saat itu Allah SWT lantas menurunkan wahyu kepada Malaikat agar menunda pencabutan nyawa itu dan memberi kesempatan kepada Nabi Ilyas AS berzikir sesuai dengan permintaannya. Nabi Ilyas AS ingin terus hidup semata-mata karena ingin berzikir kepada Allah SWT. Maka berzikirlah Nabi Ilyas AS sepanjang hidupnya.
Wallahu'alam..

sufihanan


Rabu, 21 September 2011

Manusia Setelah Kewafatan Nabi Isa Di Akhir Zaman


Kedatangan Nabi Isa as akan didahului oleh keadaan dunia yang dipenuhi kezaliman, kesengsaraan dan peperangan besar yang melibatkan seluruh penduduk dunia, setelah itu kemunculan Imam Mahdi yang akan menyelamatkan kaum muslimin, kemudian kemunculan dajjal yang akan berusaha membunuh Imam Mahdi. Setelah dajjal menyebarkan fitnahnya selama 40 hari, maka Nabi Isa as akan diturunkan dari langit untuk menumpaskan dajjal.

Nabi Isa as akan tinggal di bumi selama 40 tahun, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits sahih dalam
Sunan Abi Dawud, dari Abu Hurairah, "Baginda tinggal di bumi selama 40 tahun, kemudian wafat dan orang-orang Muslim menyalatinya." {1}

Janji Allah pasti berlaku pada semua hambanya, semua yang bernyawa pasti akan mati, begitu juga Nabi Isa as. Setelah menjadi pemimpin yang adil di akhir zaman, Allah SWT akan mewafatkan Nabi Isa. Hanya Allah SWT saja yang tahu bila dan dimana Nabi Isa akan diwafatkan. Setelah wafatnya Nabi Isa as dunia kemudian akan mengalami kiamat.
 

HAPUSNYA ISLAM, HILANGNYA AL-QURAN DAN MUSNAHNYA ORANG-ORANG SOLEH


Setelah Islam tersebar meliputi Timur dan Barat, Utara dan Selatan akan tiba pada satu masa Islam kembali redup. Kejahatan berkembang, agama Agung dan al-Quran hilang, ilmu lenyap dan Allah SWT mencabut nyawa orang-orang yang dalam jiwanya masih mempunyai iman. Dengan demikian tidak tersisa di bumi, kecuali makhluk-makhluk yang paling jahat dan atas merekalah kiamat terjadi.


Ibn Majah dan al-Hakim menyampaikan dari Hudzaifah bin al-Yaman bahawa Rasulullah SAW bersabda "Islam dihapuskan seperti hilangnya warna baju sampai tidak diketahui apa itu puasa, apa itu solat, haji dan sedekah. Kitabullah dimusnahkan dalam satu malam sampai tidak tersisa satu ayat pun, dan yang tersisa adalah datuk-datuk dan nenek-nenek yang mengatakan 'Kami melihat orang tua kami mengatakan laa ilaaha ilaallaah, maka kami pun mengatakannya.'
" {2}

Orang-orang yang tersisa ini tidak mengetahui Islam kecuali kalimat tauhid yang sudah hilang dan lenyap. Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Abdullah bin Mas'ud bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi kecuali atas orang-orang yang paling jahat." {3}

Dalam hadits lain, Rasulullah SAW menjelaskan kepada kita bagaimana orang-orang soleh hilang diakhir zaman. Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Muslim dari Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda "Allah mengirimkan angin dari Yaman lebih lembut dari sutera. Angin itu mencabut nyawa setiap orang yang dihatinya terdapat iman walaupun sebesar atom."
{4}

Dari Anas diriwayatkan bahawa Rasulullah SAW bersabda "Tidak akan terjadi kiamat sampai dibumi Allah tidak disebut-sebut lagi 'Allah'." {5}

Dalam Shahih Muslim disampaikan dari an-Nawwas bin Sam'an, "Saad mereka dalam keadaan demikian, Allah mengirimkan angin yang sejuk, melewati bawah ketiak mereka, mencabut nyawa setiap Mukmin dan Muslim sehingga tinggallah orang-orang jahat yang bersuka ria seperti keldai. Pada merekalah kiamat terjadi." {6}

Bukhari meriwayatkan dengan sanad dari Mardas al-Aslami r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Orang-orang soleh akan hilang satu per satu, sehingga tinggallah satu orang-orang sampah seperti gamdum dan kurma, dan Allah sama sekali tidak mempedulikan mereka." {7}

Di antara contoh terhapusnya Islam ketika itu adalah terputusnya ibadah haji. Tidak ada lagi haji dan umrah. Dalam Musnad Abu Ya'la dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih dari dari Abu Said r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda "Kiamat tidak akan terjadi sampai Mekah tidak didatangi lagi untuk haji." {8}

Tidak diragukan lagi bahawa hal ini terjadi setelah angin yang berhembus dan mencabut nyawa orang-orang soleh. Sebelum itu ibadah haji terus berlangsung. Dalam Shahih al-Bukhari, diriwayatkan dari Abu Said al-Khudri bahawa Rasulullah SAW bersabda "Masjid ini akan didatangi untuk haji dan umrah setelah keluarnya Yajuj Majuj. {9}

MANUSIA KEMBALI KEPADA KEJAHILAN DAN PENYEMBAHAN

Jika Islam dihapuskan, al-Quran dihilangkan dan angin yang sejuk mencabut nyawa semua orang yang dihatinya ada iman sekecil apapun, maka umat manusia akan kembali kepada kejahilan. Bahkan lebih dasyat daripadanya. Syaitan dipatuhi manakala berhala disembah.

Dalam hadits Abdullah bin Amr di dalam Shahih Muslim, Rasulullah SAW menceritakan kepada kita apa yang akan terjadi setelah kewafatan Nabi Isa as diakhir zaman, "Kemudian Allah mengirimkan angin yang dingin dari arah Siria, sehingga tidak tersisa dimuka bumi seorang pun yang di dalam hatinya terdapat sebuti zarah kebaikan dan keimanan. Semuanya mati, bahkan kalau ada di antara mereka yang masuk ke dalam gunung, maka angin itu akan masuk kepadanya dan mencabut nyawanya." Abdullah bin Amr berkata, "Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda "Tinggallah orang-orang jahat dalam keringanan burung dan mimpi-mimpi binatang buas. Mereka tidak mengetahui kebaikan dan tidak menolak kemungkaran. Syaitan membuat peraturan dan berkata "Apakah kalian akan patuh?" Mereka menjawap "Apa yang Anda perintahkan?" Syaitan memerintahkan mereka untuk menyembah berhala. Pada waktu itu rezeki mereka melimpah ruah dan kehidupan mereka sejahtera. Kemudian ditiuplah sangkakala." {10}

Diantara berhala yang disembah ialah, Dzulkhilshah, Thaghiyah Daus, Lata dan Uzza. Dalam Shahih al-Bukhari diriwayatkan dari Abu Hurairah bahawa Rasulullah SAW bersabda "Kiamat tidak akan terjadi sampai tangan dan kaki perempuan suku Daus menari dihadapan Dzulkhilshah, iaitu berhala yang disembah di zaman jahiliah. {11}

Dalam Shahih Muslim diriwayatkan dari Aisyah mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Malam dan siang tidak akan hilang hingga Lata dan Uzza disembah." Aisyah berkata, "Ya Rasulullah SAW, saya menyangka ketika Allah SWT menurunkan ayat, "Dia-lah yang mengutuskan Rasul-Nya dengan petunjuk dan agama kebenaran agar dia memenangkannya atas semua agama, walaupun semua orang-orang musyrik tidak menyukainya."
{12} maka itu telah selesai." Baginda bersabda "Hal itu akan terjadi sesuai dengan kehendak Allah, kemudian Allah menghembuskan angin yang sejuk lalu meninggallah semua orang yang dalam hatinya ada sebiji keimanan dan tinggallah orang-orang yang tidak memiliki kebaikan. Mereka lalu kembali kepada agama leluhur mereka. {13}

Di zaman itu, akhlak akan menjadi sangat lemah. Al-Bazzar dalam Musnad-nya dan Ibn Habban dalam Shahih-nya meriwayatkan dari Abdullah Ibn Umar, Rasulullah SAW bersabda, "Kiamat tidak akan terjadi hingga orang-orang bersenggama {14} dijalan seperti keldai." Abdullah Ibn Umar bertanya, "Itu sungguh terjadi?" Baginda SAW menjawap "Ya, itu sungguh akan terjadi." Hadits ini mempunyai penguat pada riwayat al-Hakim iaitu sebuah hadits marfu' dari Abu Hurairah : "Demi zat yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya, kiamat tidak akan terjadi hingga seseorang lelaki meniduri seorang wanita di jalanan. Orang yang paling baik saat itu, adalah orang yang berkata, "Hai, mengapa tidak kamu melakukan lakukan dibelakang tembok ini?" {15}

Hadits tersebut juga diperkuatkan dengan hadits an-Nawaas Ibn Sam'an dalam haditsnya yang panjang tentang Dajjal serta Yajuj Majuj. pada akhir hadits ini dikatakan, "Saat mereka dalam keadaan seperti itu, Allah mengirimkan angin yang sejuk yang berhembus di bawah ketiak mereka dan mengambil nyawa seluruh orang mukmin dan muslim. Tinggallah orang-orang jahat yang bersenggama seperti keldai. Pada merekalah kaimat terjadi. (HR Muslim, Ahmad, al-Hakim)


API YANG MENGHIMPUNKAN MANUSIA


Tanda terakhir yang terjadi sebelum hari kiamat adalah api yang keluar dari kawah Aden, yang mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun. telah disebutkan hadits Rasulullah SAW yang menyebutkan bahawa ada sepuluh tanda kiamat. Baginda bersabda, "Akhir dari semua tanda itu adalah api yang keluar dari Yaman, mengiring manusia ke tempat mereka dihimpun."
{16}

Dalam
Shahih al-Bukhari, dari Anas r.a disebutkan bahawa Abdullah Ibn Salam mengetahui kedatangan Rasulullah SAW ke Madinah (Hijrah). Ia pun menemui Nabi SAW untuk menanyakan beberapa hal. dia berkata, "Saya akan menanyakan tiga masalah: apa tanda pertama kiamat?" Rasulullah SAW menjawap "Tanda pertamanya adalah api yang menghimpunkan manusia dari Timur ke Barat." {17}

Dalam Sunan at-Turmudzi, diriwayatkan dari Abdullah bin Umar r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda "Sebelum kiamat akan keluar api dari Hadhramaut yang menghimpunkan manusia." Rapa sahabat bertanya, "Ya, Rasulullah, apa yang harus kami lakukan saat itu?" Jawap Baginda, "Jangan pergi ke Syam."
{18}

Rasulullah SAW telah menceritakan bagaimana cara api itu mengumpulkan manusia. Dalam
Shahih al-Bukhari, diriwayatkan oleh Abu Hurairah bahawa Nabi Muhammad SAW bersabda, "Manusia akan dihimpunkan dalam pelbagai keadaan: rindu, takut, dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta dan yang lain dihimpunkan oleh api yang duduk kalau mereka duduk, diam kalau mereka diam, berada di pagi hari kalau mereka berada di pagi hari, dan berada di sore hari kalau mereka berada di sore hari." {19}

Dalam
Musnad Ahmad, Sunan at-Turmudzi dan Mustadrak al-Hakim diriwayatkan dengan sanad yang sahih Muawiyah Ibn Hidah bahawa Rasulullah SAw bersabda, "Kalian akan dihimpunkan dalam keadaan berjalan kaki atau berkenderaan atau ditarik dari muka-muka kalian di sini (sambil beliau menunjuk ke arah Syam). {20}

Yang terakhir dihimpunkan oleh api itu adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda "Madinah akan tetap baik seperti sebelumnya, tidak diserang kecuali oleh yang ringan-ringan (dari binatang buas dan burung). Yang terakhir dihimpunkan adalah dua orang gembala dari Muzayyanah. Mereka dibangunkan oleh kambing mereka, kemudian mereka mendapatinya menjadi buas hingga setelah mereka sampai ke tengah bukit, mereka terkapar dengan muka ke tanah.
{21}

Negeri yang menjadi tempat perhimpunan oleh api itu adalah Syam (Syria). Dalam kitab
Fadha 'il asy-Syam karangan ar-Rab'i dririwayatkan dari Abu Dzar dengan sanad sahih bahawa Rasulullah SAW bersabda, "Syam (Syria) adalah negeri perhimpunan dan penyebaran." Diriwayatkan oleh Ahmad dalam Musnad-nya, Ibn Majah dalam Sunan-nya dan ar-Rab'i dalam Fadha'il asy-Syam dari Maimunah binti Sa'd. {22}

Sebahagian ulama mengatakan bahawa perhimpunan ini terjadi di akhirat. Al-Qurthubi menisbahkan pendapat itu kepada al-Hulaimi dan Abu Hamid al-Ghazali.
{23}

Al-Kithabi, ath-Thubi, al-Qadhi 'Iyadh, al-Qurthubi, Ibn Katsir dan Ibn Hajar berpendapat bahawa perhimpunan ini terjadi di akhir umur dunia, ketika api dibangkitkan dari kawah Aden dan manusia dihimpunkan ke negeri Syam (Syria).
{24}

Ibn Katsir menghuraikan hadits-hadits ini :


Konteks hadits-hadits itu menunjukkan bahawa perhimpunan ini adalah perhimpunan orang-orang yang hidup diakhir umur dunia, dari luar tempat perhimpunan di daerah Syam (Syria). Mereka ada tiga golongan. Golongan pertama dihimpunkan sambil makan, berpakaian, dan berkenderaan. Golongan kedua  ada yang berjalan, dan ada juga berkenderaan. Mereka bergantian naik satu unta, sebagaimana telah disebutkan dalam
Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim : dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta. Ertinya, mereka naik bergantian kerana tempat yang sempit, sebagaimana telah dijelaskan dan ditafsirkan oleh hadits yang lain. Golongan ketiga dihimpunkan oleh api yang keluar dari kawah Aden yang mengepung manusia dari belakang mereka dan mengiring mereka dari semua arah ke tempat perhimpunan. Orang yang tertinggal akan dimakan oleh api tersebut.

Semua itu menunjukkan bahawa ini terjadi diakhir umur dunia, pada ketika masih ada makanan dan minuman, kenderaan dan lain-lain dan ketika orang-orang yang tertinggal rombongan dimakan oleh api itu. Jika ini terjadi setelah tiupan kebangkitan, maka tidak ada lagi kematian dan menaiki kenderaan di tanah keras. Tidak ada lagi makanan dan minuman mahupun berpakaian. Walau bagaimanapun, Abu Bakar al-Baihaqi setelah meriwayatkan kebanyakan hadits ini mentafsirkan keadaan ini berlaku dihari kiamat. Beliau menyokong pendapatnya dengan menggunakan dalil "Hari ketika Kami mengumpulkan orang-orang yang takwa menghadap Tuhan Yang Maha Pemurah sebagai perutusan yang terhormat, dan Kami halau orang-orang yang derhaka ke neraka Jahanam dalam keadaan dahaga."
{25}

Bagaimana Abu Bakar al-Baihaqi dapat meyakini kebenaran pendapatnya dalam mentafsir ayat itu dengan hadits disebutkan "dua orang menunggang satu unta, tiga orang menunggang satu unta, empat orang menunggang satu unta, sepuluh orang menunggang satu unta," dan ada penegasan yang jelas ialah bahawa keemungkinan mereka mereka
naik bergantian kerana tempat yang sempit. Pendapatnya tidak sesuai dengan fakta ini. {26} Wallahu a'lam.
Dr Umar Sulaiman al-Asygar

____________________________________________
1. Hadits sahih, diriwayatkan oleh Abu Bakar al-Anbari, ad-Dailami, dan adh-Dhiya dari Abu Hurairah. Lihat Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, IV, h 559, no. 1926
2. Al-Hakim mengatakan bahawa hadits ini sahih sesuai dengan syarat Muslim, dan ia dipersetujui oleh adz-Dzahabi. Al-Bushairi mengatakan sanadnya sahih, dan perawinya dipercayai. Lihat Silsilah al-Ahadits as-Shahihah, hadits no. 2949.
3. Shahih Muslim, IV, h 2268, no. 2949
4. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, hadits no. 7915, Lihat Jami' al-Ushul, X, h 410
5. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Lihat Misykat al-Mashabih, III, h 50, hadits  no. 5516
6. Diriwayatkan oleh Muslim dalam Shahih-nya, Bab 'Fitnah', Sub-bab 'Penyebutan Dajjal', hadits no. 2937. yang dimaksudkan dengan bersuka ria seperti kedai adalah seorang lelaki berasmara dengan wanita dihadapan orang lain seperti yang dilakukan oleh keldai, dan mereka merasa tidak malu akan hal itu. Lihat Syarh an-Nawawi ala' Muslim, XVIII, h 70. Menurut hemat penulis, ini adalah keadaan manusia sekarang di Barat (malah dunia Islam sendiri kini).
7. Diriwayatkan oleh Bukhari, Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186.
8. Shahih al-Jami' ash-Shaghir, VI, h 174, no 7296.
9. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 186
10. Shahih Muslim, IV h 2258, no. 2940
11. Diriwayatkan oleh Bukhari, Bab 'Fitnah', Sub-bab 'Perubahan Zaman Hingga Berhala Disembah'. Lihat Fath al-Bari, XIII, h86. Diriwayatkan pula oleh Muslim dalam Shahih-nya, IV, h 2230, no 2906. Redaksi di atas versi Bukhari. Maksud Dzulkhilshah disebutkan dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

12.  Q.S At-Taubah : 33

13. Shahih Muslim, IV, h 2230, no. 2906

14. Bersenggama bermaksud bersetubuh

15. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, I, h 245

16. Shahih Muslim, IV, h 2225, no. 2901
17. Bagi yang ingin mengetahui pertanyaan lain dan jawapan Rasulullah SAW, anda dicadangkan supaya membaca  Shahih al-Bukhari, Bab 'Keutamaan Orang Ansar' (Fath al-Bari, VII, h 272)
18. Jami' al-Ushul, X, h 369, no. 7888, Shahih al-Jami' ash-Shaghir, III, h. 203, no 3603
19. Diriwayatkan oleh Bukhari. Lihat Fath al-Bari, III, h 377
20. Shahih al-Jami' ash-Shaghir,, II, h 272, no 2248
21. Silsilah al-Ahadits ash-Shahihah, II, h 302, no. 683
22. Shahih al-Jami' ash-Shaghir, III, h 232, no. 3620
23. Al-Qurthubi, at-Tadzkirah, h 198-199, Fath al-Bari, XI, h 379
24. Fath al-Bari, XI, h 380-389; at-Tadzkirah, h 200
25. QS  Maryam 85-86
26. Ibn Katsir, an-Nihayah, I, h 259

Sumber : aku-macjay
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Jom Daftar Tambah Visitors

Free advertising

Entri Mereka Juga Menarik

Geng Baik